Tentang LPPM

Riwayat Perkembangan LPPM

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bojonegoro (LPPM UNIGORO) secara resmi didirikan pada tanggal 7 Agustus 1990 berdasarkan SK Rektor Nomer 54/KEP/UB/VIII/1990 Tahun 1990, diperbaharui dengan SK Rektor No.7/KEP/UB/II/2016 tentang perubahan struktur organisasi dan LPPM UNIGORO dibentuk sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan dan pengembangan penelitian di UNIGORO. LPPM UNIGORO dirancang untuk mampu merumuskan, mendesain, dan melaksanakan kebijakan penelitian dan pengembangan untuk mendukung proses pembangunan daerah maupun nasional.

Pada awal LPPM Unigoro berdiri, kegiatan LPPM hanya sebatas pengurusan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) saja. Sedangkan kegiatan penelitian sangat minim, dan kegiatan pengabdian masyarakat cenderung pasif hanya menunggu undangan dari pihak eksternal. Hal ini tentunya bertentangan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana dosen memiliki kewajiban untuk melaksanakan 3 hal, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada kurun waktu hampir 25 tahun LPPM Unigoro berdiri, iklim meneliti masih sangat rendah. Adapun penelitian yang dihasilkan pada kurun waktu tersebut, hanya terbatas pada beberapa dosen saja secara mandiri pada tingkatan fakultas.

Tahun 2014, pada masa kepemimpinan Drs. Erwan Subandi, M.Si., merupakan titik balik bagi LPPM Universitas Bojonegoro, karena pada tahun tersebut LPPM difungsikan sebagai mana mestinya, yaitu sebagai ujung tombak penelitian dan pengabdian masyarakat di Universitas Bojonegoro. Pada tahun tersebut muncul kebijakan tentang Penelitian Dosen dengan dana penelitian yang dibiayai oleh Yayasan Suyitno Bojonegoro (Yayasan yang menaungi Universitas Bojonegoro), atau disebut dengan Dana Penelitian mandiri (DPM). Program tersebut diharapkan dapat memotivasi dosen untuk lebih “greget” dalam melaksanakan penelitian dengan mengajukan proposal penelitian ke LPPM.

Hasil pemeringkatan Perguruan Tinggi (PT) tahun 2015 menjadi tamparan keras untuk LPPM Unigoro, karena hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa nilai kinerja penelitian Unigoro adalah “Nol”. Hal ini menjadi pemacu LPPM Unigoro untuk memperbaiki sistem dan kinerja LPPM Unigoro, agar kesalahan serupa tidak terulang ditahun-tahun selanjutnya. Ditahun yang sama, Unigoro berhasil menerbitkan 3 (tiga) Jurnal cetak ber ISSN, yaitu:

  • Jurnal Fakultas Ekonomi – Prodi Ekonomi Pembangunan – Dinamika Ekonomi dalam Pembangunan
  • Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JIAN)
  • Jurnal Ilmu Hukum – JUSTITIABLE

dan 2 (dua) Jurnal elektronik (e-journal) ber ISSN, yaitu: Oryza – Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan, dan De’Teksi – Jurnal Teknik Sipil.

Awal tahun 2016, terbitan e-jurnal Unigoro bertambah 1 (satu) Jurnal, yaitu De’Teksi – Jurnal Teknik Sipil. Selain itu, LPPM Unigoro juga berhasil memfasilitasi dosen untuk pengajuan Jurnal International ke Imperial Journal Inter-disciplinary Research berjumlah 9 (sembilan) artikel. Selain itu, berdasarkan hasil pemeringkatan PT Universitas Bojonegoro menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, di bidang Penelitian LPPM Unigoro berhasil menduduki peringkat 5 dan di bidang pengabdian masyarakat di peringkat 6 se KOPERTIS Wilayah VII.

Struktur Organisasi LPPM Unigoro juga mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. LPPM yang awal mula berdirinya hanya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, tahun 2016 mengalami perombakan yang sangat signifikan. Bedasarkan SK Rektor No. 7/KEP/UB/II/2016 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro