Pembekalan ke-4 Sekolah Lapang Pertanian Gayam, Isi Tata Cara Persemaian Dapog

Sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pertanian di Bojonegoro, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro memberikan pembekalan ke 4 dengan penyampaian materi persemaian dengan menggunakan Dapog.
Sekolah lapang pertanian ini dilaksanakan di kecamatan Gayam dipandu oleh alumni Faperta 2014, Yaumitdin Sugianto yang saat ini aktif dalam organisasi Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA).
Yaumitdin Sugianto (Anto) mengungkapkan bahwa persemaian dalam bentuk Dapog (persemaian di atas nampan) akan lebih efisien dalam penggunaan benih dan dapat menghemat energi. Minggu (5/3/17)
“Persemaian bentuk dapog juga tidak butuh banyak tenaga kerja, sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian,”Terangnya.

Masih menurut Alumni Faperta 2014 bahwa persemaian dilahan membutuhkan benih paling tidak 40kg/Ha, dengan dapog hanya membutuhkan benih sebanyak 13kg/Ha.
Pada kesempatan ini, Ketua LPPM Unigoro Laily Agustina R juga menyampaikan bahwa Petani di kecamatan Gayam membutuhkan banyak referensi dan pengetahuan-pengetahuan baru tentang pertanian, agar petani tidak terjebak dalam sistem lama yang kurang efisien.

“Agar tak terjebak sistem lama yang kurang bagus, petani harus memiliki banyak referensi dan pengetahuan tentang bidang pertanian ter update,”Terang Bu Laily.

Sementara, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso yang dalam hal ini sebagai project Manager sekolah lapang pertanian, menyampaikan bahwa program yang dibiayai ExxonMobil ini akan sangat membantu petani kecamatan Gayam untuk mengembangkan pertanian di Gayam agar lebih baik.

“Program sekolah lapang pertanian akan membantu para petani Gayam dalam pengembangan mutu pertaniannya,”Kata mas Ayik.

Sumber: http://www.suarabojonegoro.com/2017/03/pembekalan-ke-4-sekolah-lapang.html

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*